Mar 18, 2015

Workshop Pendidikan Pasien Terintegrasi, Komunikasi Efektif Dan Perencanaan Pulang Pasien Yang Baik Dari RS




Workshop
Pendidikan Pasien Terintegrasi,
Komunikasi Efektif Dan Perencanaan
Pulang Pasien Yang Baik Dari RS

Jumat – Sabtu, 29 – 30 April 2015
HOTEL IBIS  JAKARTA SENEN
Jln.  Kramat Raya 100 - JAKARTA PUSAT


Diselenggarakan Oleh:
YPMK  Perdhaki
Komplek Perkantoran MITRA MATRAMAN B-20
Jln. Matraman Raya no. 148, Jakarta Timur 13150
Phone (+62 21) 8590 8034, 8590 8035
Fax: (+62 21) 8591 8166
Email:

 PENDAHULUAN

Pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit pada era milenium ini haruslah dapat menjamin tercapainya keselamatan pasien, karena tanpa keselamatan pasien tidak dapat dikatakan pelayanan yang bermutu.
            
Keselamatan pasien baru dapat dijamin atau diyakini tercapai apabila rumah sakit merubah paradigma pelayanan  lama yang hanya berorientasi pada penyakit dengan paradigma pelayanan baru yaitu pelayanan berfokus pasien (Patient Centered Care). Konsep Patient Centered care (PCC) dilansir pertama kali oleh Harvey Picker pada tahun 1988  melalui Picker Institute di Ingris.Konsep ini mulai  dikenal luas sejak tahun 2000 setelah IOM mensistimatiskan konsep PCC serta menyebarluaskan ke seluruh dunia.
            
Pelayanan rumah sakit yang menggunakan konsep PCC adalah pelayanan yang melaksanakan 4 konsep dasar yaitu: Martabat dan Respek kepada pasien, Berbagi informasi dengan pasien, Partisipasi pasien dalam pelayanan dan Kolaborasi / kerjasama baik dalam pelaksanaan pelayanan maupun dengan pasien dan keluarganya.

Untuk tercapainya pelayanan berfokus pasien, asuhan yang diberikan kepada pasien haruslah asuhan yang terintegrasi, dimana semua profesional pemberi asuhan berkolaborasi dalam menjalankan asuhan. Rumah Sakit menetapkan staf medis, keperawatan dan staf lain yang bertanggung jawab atas pelayanan pasien, bekerja sama dalam menganalisis dan mengintegrasikan asesmen pasien.

Pasien mungkin menjalani banyak jenis pemeriksaan diluar dan didalam rumah sakit oleh berbagai unit kerja dan berbagai pelayanan. Akibatnya, terdapat berbagai informasi, hasil tes dan data lain di rekam medis pasien. Manfaatnya akan besar bagi pasien, apabila staf yang bertanggung jawab atas pasien bekerja sama menganalisis temuan pada asesmen dan mengkombinasikan informasi dalam suatu gambaran komprehensif dari kondisi pasien. Dari kerja sama ini, kebutuhan pasien di identifikasi, ditetapkan urutan kepentingannya, dan dibuat keputusan pelayanan. Integrasi dari temuan ini akan memfasilitasi koordinasi pemberian pelayanan.
            
Agar asuhan terintegrasi dapat terlaksana secara efektif, maka perlu kolaborasi yang intens diantara profesional pemberi asuhan pasien. Diperlukan suatu kompetensi khusus yang disebut dengan kompetensi intra dan interprofesional kolaboratif. Kompetensi interprofesional dibutuhkan tidak hanya dalam mendiagnosa masalah pasien dan melakukan asuhan namun juga dalam memberikan informasi dan edukasi kepada pasien.
            
Informasi dan edukasi sangat perlu dilakukan pada pasien dan keluarganya bukan hanya demi terlaksananya asuhan yang tepat di rumah sakit, akan tetapi juga dalam rangka menyiapkan pasien untuk pulang ke rumah setelah masalah akutnya teratasi. Karena perencanaan pemulangan pasien (discharge planing) yang dibuat oleh para profesional pemberi asuhan, akan menentukan outcome yang akan didapat oleh pasien. Jangan sampai kualitas hidup dan kesehatan pasien yang sudah membaik selama perawatan tidak dapat berlanjut di rumah setelah pasien pulang, disebabkan kurangnya edukasi dalam menyiapkan keterampilan tertentu dalam menghadapi masalah suportif dirumahnya.

Peran DPJP dalam mengimplementasikan PCC

Asuhan Pasien adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien oleh praktisi para Professional Pemberi Asuhan (PPA) yang multi profesi yaitu Dokter, Perawat, Ahli Gizi, Fisioterapis, Radiografer, Analis Laboratorium, Apoteker/Petugas Farmasi, Pekerja Sosial, dsb.

Proses asuhan pasien bersifat dinamis dan melibatkan semua PPA sehingga pengintegrasian dan koordinasi aktivitas asuhan pasien menjadi tujuan agar menghasilkan proses asuhan yang efisien, asuhan pasien yang lebih baik, dimana  Dokter (DPJP) bertindak  sebagai Team Leader.

DPJP akan merencanakan dan mengevaluasi terlaksananya asuhan terintegrasi dengan melakukan komunikasi yang efektif baik dengan pasien maupun dengan para profesional. Selanjutnya DPJP pula yang merencanakan edukasi pada pasien dan keluarga dalam rangka menyiapkan rencana pemulangan pasien, sehingga dapat diharapkan kondisi pasien dirumah akan menjadi lebih baik.

TUJUAN

1.       Meningkatnya kemampuan pimpinan rumah sakit membangun konsep PCC di rumah sakit melalui pemahaman dan pelaksanaan pelayanan terintegrasi dengan implementasi kolaborasi interprofesional dan melakukan koordinasi pelayanan melalui pemantapan fungsi DPJP.
2.         Meningkatnya wawasan dan pemahaman staf medis, staf keperawatan dan staf profesional lainnya akan konsep asuhan terintegrasi dan kolaboratif, dengan cara menerapkan pemberian informasi dan edukasi pasien yang kolaboratif dan terintegrasi.
3.          Meningkatnya kemampuan staf klinis dalam melakukan edukasi pasien dan keluarga dalam rangka menyikapkan kondisi yang optimal bagi pasien yang dipulangkan dari rumah sakit.


SASARAN

A.  Asuhan Terintegrasi dalam mewujudkan PCC:
1.     Peserta memahami tentang asuhan terintegrasi.
2.     Peserta memahami tentang  kolaborasi interprofesional

B.    Implementasi informasi dan edukasi kolaboratif dan terintegrasi melalui pembuatan rencana pemulangan pasien (discharge planning) yang baik :
1.     Peserta mampu membuat rencana edukasi pasien terintegrasi
2.     Peserta mampu membuat rencana pemulangan pasien yang baik.

PESERTA

1.     Direktur  RS dan jajaran Direksi RS
2.     Komite Medis dan Komite Keperawatan.
3.     Staf Medis Rumah Sakit
4.     Staf Keperawatan Rumah sakit
5.     Staf Profesional pemberi asuhan pasien lainnya di RS

NARASUMBER

1.      Dr. Djoni Darmadjaja,Sp.B, MARS, FINACS, FICS.
2.      Dr  Henry Boyke Sitompul, SpB, FINACS, FICS.

METODE  PELATIHAN

1.     Ceramah
2.     Diskusi, tanya jawab.
3.     Latihan membuat rencana edukasi pasien dan rencana pemulangan pasien.
4.     Presentasi  hasil kerja peserta berupa rencana edukasi pasien dan rencana pemulangan pasien.

MATERI  PELATIHAN

1.     Pemahaman Konsep Pelayanan Berfokus Pasien / Patient Centered Care
2.     Asuhan Terintegrasi sebagai Implementasi PCC
3.     Peranan Rekam Medis dalam Pelaksanaan Patient centered care
4.     Peran DPJP dalam Implementasi Asuhan Terintegrasi.
5.     Peran Case Manaje dalam Edukasi Pasien dan Rencana Pemulangan Pasien.
6.     Pemberian Informasi dan Pendidikan Pasien dan Keluarga Terintegrasi
7.     Pembuatan Materi Edukasi Pasien Terintegrasi.
8.     Pembuatan Panduan Rencana Pemulangan Pasien
9.     Latihan Pembuatan Rencana Edukasi Pasien.
10.  Latihan Pembuatan Materi Edukasi Terintegrasi
11.  Latihan Pembuatan Rencana Pemulangan Pasien Terintegrasi
12.  Latihan Melakukan Edukasi Pasien Secara Terukur.

INVESTASI

Rp  4.000.000,- / peserta, sudah termasuk :
·  Sertifikat
·  Penginapan 2 malam ( 28 – 29 April )
·  Makan pagi & siang serta snack 2 kali sehari
·  Seminar Kit

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Waktu    :  Jumat – Sabtu, 29 – 30 April 2015
Tempat  :  HOTEL IBIS  Jakarta Senen
Jln.  Kramat Raya 100 - JAKARTA PUSAT

KONTAK  KAMI

Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat menghubungi  :
Phone              :   021 - 8590 8034, 8590 8035,
                            Shinta 0852 874 344 24, Eny  0812 9543654
Fax                  :   021 -  8591 8166
Email                :   ypmkperdhaki97@gmail.com
Rekening          :   CIMB Niaga no. 908-01-00015-00-9 atas nama  PMK  Perdhaki


JADWAL KEGIATAN

J A M
MATERI
PEMBICARA
HARI PERTAMA, 29 APRIL 2015
08.00 – 08.15
Pembukaan Workshop
Direktur YPMK Perdhaki
08.15 – 09.30
1.   Pemahaman Konsep Pelayanan Berfokus Pasien
      ( PCC )
Dr. Henry Boyke Sitompul, SpB
09.30 – 10.00
REHAT KOPI

10.00 – 10.45
2.  Asuhan Pasien Ter-integrasi sebagai  Implementasi PCC
Dr. Djoni Darmadjaja,SpB.MARS.
10.45 – 11.30
3.   Peran Rekam Medis dalam Implementasi PCC
Dr. Djoni Darmadjaja,SpB.MARS.
11.30 – 12.15
4.   Peran DPJP dalam Implementasi Asuhan Terintegrasi
Dr. Henry Boyke Sitompul, SpB.
12.15 – 13.15
ISHOMA

13.15 – 14.00
5.   Peran Case Manager Dalam Rencana Pemulangan Pasien.
Dr. Henry Boyke Sitompul, SpB
14.00 – 14.45
6.   Pemberian Informasi dan Pendidikan Pasien dan Keluarga Terintegrasi
Dr Djoni Darmadjaja, SpB,MARS
14.45 – 15.30
7.   Pembuatan Materi Edukasi Pasien Terintegrasi.
Dr. Henry Boyke Sitompul, SpB
15.30 – 16.15
8.   Pembuatan Panduan Rencana Pemulangan Pasien.
Dr  Djoni Darmadjaja, SpB,MARS
HARI KEDUA , 30 APRIL 2015
08.00 – 08.45
9.   Contoh contoh Dokumen Informasi dan Edukasi Pasien
Dr Djoni Darmadjaja, SpB,MARS
08.45 – 09.30
10. Contoh-contoh Dokumen Rencana Pemulangan Pasien
Dr.Djoni Darmadjaja, SpB,MARS
09.30 – 10.00
REHAT KOPI

10.00 – 10.45
11. Latihan Pembuatan  Materi  Edukasi Pasien.
Dr Djoni Darmadjaja, SpB,MARS
10.45 – 11.30
12. Latihan Pembuatan  Materi  Edukasi  Pasien

Dr Djoni & Dr Boyke
11.30 – 12.15
13. Latihan Pembuatan Rencana Pemulangan Pasien
Dr Djoni & Dr Boyke
12.15 – 13.15
ISHOMA

13.15 – 14.00
14. Latihan Pembuatan Rencana Pemulangan Pasien Terintegrasi
Dr Djoni & Dr Boyke
14.00 – 14.45
15. Latihan Pembuatan Rencana Pemulangan Pasien Terintegrasi
Dr Djoni & Dr Boyke
14.45 – 15.00
16. Wrap up
Dr Djoni & Dr Boyke
15.00 – 15.30
Penutupan Workshop
Direktur YPMK Perdhaki