Sep 10, 2014

Kolaborasi asuhan antar Profesi dan Peran Case Manager



WORKSHOP

Peningkatan Kolaborasi Asuhan Antar Profesi dan Peran Case Manager dalam menunjang Konsep Patient Centered Care (PCC) di RS
Diselenggarakan Oleh:

YPMK  Perdhaki       
Perkantoran Mitra  Matraman  Blok  B – 20
Jl.  Matraman  Raya  148  Jakarta  13150
Phone              :   (+62 21) 8590 8034, 8590 8035
Fax                  :   (+62 21) 8591 8166
Email               :   ypmkperdhaki97@gmail.com  ypmk_perdhaki@yahoo.com


PENDAHULUAN

     Pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit pada era millennium ini haruslah dapat menjamin tercapainya keselamatan pasien, karena tanpa keselamatan pasien tidak dapat dikatakan pelayanan yang bermutu. Keselamatan pasien baru dapat dijamin atau diyakini tercapai apabila rumah sakit merubah para digma pelayanan  lama yang hanya berorientasi pada penyakit dengan para digma pelayanan baru yaitu pelayanan berfokus pasien (Patient Centered Care). Konsep Patient Centered care (PCC) dilansir pertama kali oleh Harvey Picker pada tahun 1988 melalui Picker Institute di Ingris.
Konsep ini mulai dikenal luas sejak tahun 2000 setelah IOM mensistimatiskan konsep PCC serta menyebarluaskan keseluruh dunia.

     Pelayanan rumah sakit yang menggunakan konsep PCC adalah pelayanan yang melaksanakan 4 konsep dasar yaitu : Martabat dan Respek kepada pasien, Berbagi informasi dengan pasien, Partisipasi pasien dalam pelayanan dan Kolaborasi / kerjasama.
Untuk tercapainya pelayanan berfokus pasien, asuhan yang diberikan kepada pasien haruslah asuhan yang terintegrasi, dimana semua profesional pemberi asuhan berkolaborasi dalam menjalankan asuhan.
Rumah sakit menetapkan staf medis, keperawatan dan staf lain yang bertanggung jawab atas pelayanan pasien, bekerja sama dalam menganalisis dan mengintegrasikan asesmen pasien.

       Pasien mungkin menjalani banyak jenis pemeriksaan diluar dan didalam rumah sakit oleh berbagai unit kerja dan berbagai pelayanan. Akibatnya, terdapat berbagai informasi, hasil tes dan data lain di rekam medis pasien. Manfaatnya akan besar bagi pasien, apabila staf yang bertanggung jawab atas pasien bekerja sama menganalisis temuan pada asesmen dan mengkombinasikan informasi dalam suatu gambaran komprehensif dari kondisi pasien. Dari kerja sama ini, kebutuhan pasien di identifikasi, ditetapkan urutan kepentingannya, dan dibuat keputusan pelayanan. Integrasi dari temuan ini akan memfasilitasi koordinasi pemberian pelayanan.

    Agar asuhan teritegrasi dapat terlaksana secara efektif, maka perlu kolaborasi yang intens diantara professional pemberi asuhan pasien. Diperlukan suatu kompetensi khusus yang disebut dengan kompetensi intra dan interprofesional kolaboratif.

 Pelaksanaan PCC

Hal hal pokok yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan PCC yaitu :
1.  Martabat dan Respek kepada pasien,
                ·   Pemberi pelayanan kesehatan mendengarkan, menghormati dan menghargai pandangan serta pilihan 
              pasien & keluarga.
                ·   Pengetahuan, nilai-nilai, kepercayaan, latar belakang kultural pasien dan keluarga dimasukkan 
              dalam perencanaan dan pemberian pelayanan kesehatan

2.   Berbagi informasi dengan pasien, yang artinya 
·   Pemberi pelayanan kesehatan mengkomunikasikan dan berbagi informasi secara lengkap pasien
  & keluarga.  
·   Pasien & keluarga menerima informasi tepat waktu, lengkap, dan akurat
·   Asesmen : metode, substansi / kebutuhan edukasi, konfirmasi

3.   Partisipasi pasien dalam pelayanan
Pasien & keluarga didorong dan didukung utk berpartisipasi dlm asuhan dan pengambilan keputusan  / pilihan mereka

4.   Kolaborasi / kerjasama.
Pimpinan pelayanankesehatan bekerjasama dgn pasien &  keluarga dalampengembangan, implementasi dan evaluasi kebijakan dan program

Kolaborasi intra dan inter profesi
Kolaborasi baru bisa terjadi dengan efektif apabila semua professional memiliki kompetensi interprofesional kolaboratif. Ada delapan elemen yang perlu dikuasai oleh para professional dalam rangka mewujudkan interprofesional kolaborasi yaitu :
1.     Tanggung jawab             5.  Kerjasama  
2.     Akuntabel                      6.  Asertif
3.     Koordinasi                     7.  Otonomi 
4.     Komunikasi                   8.  Percaya & Respek   

Peran DPJP dalam mengimplementasikan PCC
Asuhan Pasien adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien oleh praktisi para Professional Pemberi Asuhan (PPA) yang multi profesi: Dokter, Perawat, AhliGizi, Fisioterapis, Radiografer, Analis Laboratorium, Apoteker/Petugas Farmasi, Pekerja Sosial, dsb.
Proses asuhan pasien bersifat dinamis dan melibatkan semua PPA tersebut diatas, sehingga pengintegrasian dan koordinasi aktivitas asuhan pasien menjadi tujuan agar menghasilkan proses asuhan yang efisien, penggunaan yang lebih efektif sumber daya manusia dan sumber daya lain, dengan kemungkinan hasil asuhan pasien yang lebih baik, dimana Dokter (DPJP) bertindak sebagaiTeam Leader.

Dalam semua fase pelayanan, ada staf yang kompeten sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap pelayanan pasien, dan staf yang kompeten inilah yang disebut Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), yang bertanggung jawab menyiapkan dokumentasi  rencana pelayanan pasien. Rencana asuhan untuk tiap pasien direview dan di verifikasi oleh DPJP dengan mencatat kemajuannya.

DPJP mengatur pelayanan pasien selama seluruh waktu rawat inap, dalam rangka meningkatkan kontinuitas pelayanan, pengintegrasian asuhan dari para PPA, serta menjamin kualitas pelayanan dan hasil yang diharapkan. Ada kebijakan rumah sakit yang mengatur proses transfer tanggung jawab pasien dari satu ke orang lain, pada masa libur, hari besar dan lain-lain. Dalam kebijakan ditetapkan dokter konsulen, dokter on call, atau dokter pengganti yang bertanggung jawab.(lihat Panduan Pelaksanaan DPJP).

Peran Case manajer dalam mengimplementasikan PCC

Manajer Pelayanan Pasien (case manager) adalah profesional dalam RS yang bekerja secara kolaboratif dengan PPA, memastikan bahwa pasien dirawat serta ditransisikan ke tingkat asuhan yang tepat, dalam perencanaan asuhan yang efektif dan menerima pengobatan yang ditentukan, serta didukung pelayanan dan perencanaan yang dibutuhkan selama maupun sesudah perawatan RS.

Untuk mempertahankan kontinuitas pelayanan selama pasien tinggal di rumah sakit, staf yang bertanggungjawab secara umum terhadap koordinasi dan kesinambungan pelayanan pasien atau pada fase pelayanan tertentu teridentifikasi dengan jelas. Staf yang dimaksud adalah Manajer Pelayanan Pasien (case manager) yang dapat seorang dokter atau tenaga keperawatan yang kompeten. Nama staf  (manajer pelayanan pasien) ini tercantum didalam rekam medis pasien atau dengan cara lain dikenalkan kepada semua staf rumah sakit, serta sangat diperlukan apalagi bagi pasien-pasien tertentu yang kompleks dan pasien lain yang ditentukan rumah sakit. Manajer Pelayanan Pasien perlu bekerjasama dan berkomunikasi dengan pemberi pelayanan kesehatan yang lain. Fungsi Manajer Pelayanan Pasien diuraikan secara rinci dalam Panduan Pelaksanaan Manajer Pelayanan Pasien (MPP)

TUJUAN PELATIHAN
1.  Meningkatnya kemampuan pimpinan rumah sakit membangun konsep PCC di rumah sakit melalui pemahaman dan pelaksanaan pelayanan terintegrasi dengan implementasi kolaborasi interprofesional dan melakukan koordinasi pelayanan melalui pemantapan fungsi Case Manager.

2.       Meningkatnya wawasan dan pemahaman Komite Medis dan Komite Keperawatan terhadap konsep 
      kolaborasi interprofesional ,dalam rangka mendukung pelaksanaan PCC di rumah sakit.

3.     Meningkatnya wawasan dan pemahaman staf medis dan staf keperawatan dan staf professional lainnya akan konsep asuhan terintegrasi, dengan cara meningkatkan kompetensi staf dalam kolaborasi interprofesional.

SASARAN
A.  Asuhan Terintegrasi dalam mewujudkan PCC:
1.   Peserta memahami tentang asuhan terintegrasi.
2.   Peserta mampu menyusun panduan DPJP dan kolaborasi interprofesional

B.  Pemantapan fungsi Case Manajer
1.   Peserta memahami konsep case manajer (MPP).
2.   Peserta memahami dan mampu menyusun panduan Case manajer (MPP).

PESERTA PELATIHAN
1.        Direktur  RS dan jajaran Direksi RS
2.        Pemilik RS atau Dewan / Direksi Perusahaan
3.        Komite Medis (Ketua dan Pengurus).
4.        Staf Medis Rumah Sakit
5.        Staf Keperawatan Rumah sakit
6.        Staf Profesional lainnya
7.        Staf SIM RS

FASILITATOR
1.     Dr. Djoni Darmadjaja,Sp.B, MARS.
2.     Dr  Henry Boyke Sitompul, SpB

WAKTU  &  TEMPAT  PELATIHAN
Pelatihan diselenggarakan pada  :
Hari / tanggal    :   Selasa – Rabu, 28 – 29  Oktober 2014
Pukul               :   08.00 – 16.00  WIB
Tempat             :   Gedung PUSDIKLAT Aparatur

    Jln. Hang Jebat - Kebayoran Baru,

    Jakarta Selatan

METODE  PELATIHAN
1.     Ceramah, Diskusi, Tanya jawab.
2.     Latihan membuat Panduan DPJP dan MPP.
3.     Presentasi hasil kerja peserta berupa Panduan DPJP dan MPP
Peserta agar membawa laptop

MATERI  PELATIHAN
1.   Pemahaman konsep Pelayanan Berfokus Pasien / Patient Centered Care
2.   Interprofesional Collaborative Competency
3.   Asuhan terintegrasi adalah implementasi PCC
4.   Peranan Rekam Medis dalam Pelaksanaan Patient Centered Care
5.   Peran DPJP dalam implementasi PCC
6.   Konsep Pembuatan Panduan DPJP
7.   Peran Case manajer dalam implementasi PCC.
8.   Konsep Pembuatan Panduan Case Manajer
9.   Pemahaman tentang Integrated Clinical Pathway
10.  Latihan pembuatan ICP

BIAYA  PELATIHAN

Rp. 3.750.000,- (Tiga juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) / peserta, termasuk  penginapan 2 malam dana 3x sehari.            

Biaya dikirim melalui :
CIMB Niaga   No. Rekening :  908-01-00015-00-9 
atas nama  :  PMK PERDHAKI.

Pendaftaran dan pembayaran paling lambat tanggal   17  Oktober  2014

KONTAK  KAMI
Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat menghubungi kami  :

YPMK  Perdhaki
Komplek  Perkantoran Mitra  Matraman  Blok  B – 20
Jl.  Matraman  Raya  148  Jakarta  13150
Phone :    (+62 21) 8590 8034, 8590 8035
Fax      :   (+62 21)  8591 8166
HP       :   0852 874 344 24 ( Shinta )  0812 954 3654 ( Eny )  
                0813  1903 7384 ( Nita )


FORMULIR  PENDAFTARAN

   

Dengan ini kami mendaftarkan nama-nama dibawah ini untuk mengikuti  Workshop Peningkatan Kolaborasi Asuhan Antar Profesi dan Peran Case Manager dalam menunjang Konsep Patient Centered Care (PCC) di RS    yang akan diselenggarakan pada tanggal   28 - 29  Oktober  2014

Nama  :  
1.........................................................../ ...........................................L/P
2.........................................................../ ...........................................L/P
3.........................................................../ ...........................................L/P
4.........................................................../ ...........................................L/P

Rumah Sakit        :  ...............................................................................
Alamat                :  ...............................................................................

Contact Person    :   .............................................................................
                               HP. .......................................................................
Telpon / Fax        :   ..................................Fax. .....................................
Email                 :   ...............................................................................

    ............................................... 2014                                  
                     Hormat  kami,



                        ( ...........................................................)